.
Cari subtitle via subscene
Cari Film di Blog ini

Best Recomendasi

http://img.informer.com/wiki/mediawiki/images/e/e1/WinRAR-Logo.png Download WinRar  = Compression Tool

Download HJ-split atau FSJ = Split & Joint Files

http://lh4.ggpht.com/_kcOoMOeZm8U/SldEx_CZFoI/AAAAAAAABMk/1AqHgA3IOh8/idm.gif Download IDM 6.2 full http://lh6.ggpht.com/_kcOoMOeZm8U/SldIAGLm_dI/AAAAAAAABMw/Kn1T-Go0uvM/new_icons_18_7.gif = Best Downloader

Download GOM Player http://lh6.ggpht.com/_kcOoMOeZm8U/SldIAGLm_dI/AAAAAAAABMw/Kn1T-Go0uvM/new_icons_18_7.gif = open Video all format
TERIMAKASIH KEPADA
...tungguin buset...berat banget!!!


Cin(T)a

2mo2kvt   CIN(T)A
Dated Released : 19 August 2009
Quality : VCDRip
Info : imdb.com/title/tt1507265
Lihat : Trailer
Starring : Saira Jihan, Sunny Soon
Genre : Drama | Romance
—————————————- Uploader by







Durasi: 90 menit

Starring: Saira Jihan/Sunny Soon

Screenplay By: Sally Anom Sari/Sammaria

Directed By: Sammaria Simanjuntak

Produced By: Sembilan Matahari Film - Moonbeam Creations


Cina and Annisa love God

and God loves them both

But Cina and Annisa

Cannot love each other

Because they call God

By different names

Mengapa Tuhan menciptakan kita berbeda-beda … jika Dia hanya ingin disembah dengan satu cara? (Annisa-CIN(T)A)

Suatu pagi, yang mengisyaratkan segala aktivitas anak manusia dimulai, memotret dengan apik kesalehan Cina (Junky Soon) dalam setiap perilakunya. Hari pertamanya diwarnai dengan prosesi penerimaan mahasiswa baru di kampus yang juga terasa biasa saja. Sampai kemudian muncullah Annisa (Saira Jihan), dengan kecantikannya yang mutlak, yang berhasil menyihirnya untuk sekian menit. Mereka berdua akhirnya bisa menjadi dekat satu sama lain dengan menyadari keadaan masing-masing pihak; Cina yang terbelit urusan ekonomi karena harus membiayai kuliahnya sendiri karena menolak beasiswa untuk bersekolah di Singapura dan


Annisa yang selalu murung dan merupakan mantan pemain sinetron dengan idealisme khas seorang anak muda sehingga membuatnya berpredikat mahasiswi Arsitektur cantik dengan IP yang pas-pasan. Hubungan mereka tak berjalan mulus; terganjal status Annisa yang sudah dijodohkan. Di sisi lain, obsesi Annisa untuk menjadi seorang sutradara memaksanya mengabaikan kewajibannya untuk menyelesaikan tugas akhir kuliah. Cina yang pintar dan sangat perhatian akhirnya membantunya sampai dia berhasil melewati presentasi panjang dan pertanyaan bertubi-tubi tentang maket yang dia buat. Ini menambah kesulitan Annisa untuk memilih antara cinta atau taat pada perintah orang tua.

Komunikasi yang terjalin di antara mereka berputar dalam masalah klasik yang sangat fundamental; agama dan ras. Pencarian akan sebuah jawaban mengapa mereka tidak bisa bersatu hanya karena masalah perbedaan ras dan agama pada akhirnya hanya mengantarkan pada sebuah pertanyaan tanpa akhir. Walaupun begitu mereka menikmati waktu yang dijalani bersama, tertawa pada cemoohan orang di luar sana. Dua perbedaan saling melengkapi dan menghargai satu sama lain. Sampai pada suatu ketika terjadi pengeboman pada gereja-gereja pada malam misa. Cina yang terlalu shock pada akhirnya gamang, mempertanyakan maksud Tuhan dalam semua kejadian. Segala kondisi yang ada membuatnya menyerah dan mengakui satu hal; ia memang kaum minoritas. Saat itulah Annisa ada, menguatkannya. Akhirnya, perjuangan mereka pun sampai pada batasnya.

Cina mewakili segala minoritas yang ada dalam hubungan dua anak manusia yang dianggap ganjil di masyarakat – dari segi ras (etnis Cina di antara etnis lainnya di Indonesia), agama (agama Katolik di antara mayoritas penduduk yang beragama Islam), dan umur (mahasiswa baru yang lebih muda). Ketertarikannya pada Annisa, yang mewakili kelompok mayoritas, akhirnya memberikan suatu penghalang kasat mata yang berlandaskan hukum dalam agama sampai pada persepsi negatif masyarakat. Begitu sampai pada bagian akhir film pun, beberapa penonton (atau malah mungkin kebanyakan dari mereka) tetap tidak bisa menemukan jawaban dari pertanyaan Annisa itu, “Mengapa Tuhan menciptakan kita berbeda-beda, jika Dia hanya ingin disembah dengan satu cara?” Begitu pula dengan inti cerita ini yang memang tidak ingin memberikan jawaban apapun atas berbagai pertanyaan itu, walaupun beberapa orang sebagian berpendapat bahwa pasangan Cina-Annisa itu pun akhirnya harus “kalah” dari keadaan.

Di beberapa bagian, film ini memang serasa “menampar” kita yang seringkali memandang suatu masalah dari satu sisi saja. Berbagai dialog yang sarkastis, tetapi berterus terang, membuka segala hal yang tidak bisa dikatakan secara gamblang dalam kehidupan sehari-hari kita, seperti hal-hal tentang surga dan neraka dari perspektif tiap-tiap agama. Secara tidak langsung, film ini memang menceritakan- dan membuka peluang- dialog antaragama.

Sammaria memang bermain-main dengan pemunculan simbol-simbol di sepanjang film ini. Simbol itu menawarkan bentuk penjelasan lain dari berbagai hal tak terdeskripsi yang ingin disampaikan oleh Sammaria dengan menampilkan wayang ataupun semut. Hal ini lebih menciptakan keadaan yang multitafsir, tetapi bermakna. Sammaria seperti ingin mengatakan kepada semua orang bahwa masing-masing hal perlu dipahami lewat persepsi tiap orang yang berbeda –dan berwarna.

Selama cerita bergulir, Sammaria seakan ingin membuat cerita Annisa dan Cina menjadi sebuah pernyataan tak tertulis dalam realita hidup di sekitar kita. Hal ini jelas terlihat pada tindakannya dengan mengundang beberapa pasangan yang berbeda agama (dengan kisah nyata mereka) untuk memberikan sedikit pesan (komentar-red) yang diselipkan dalam beberapa adegan singkat. Pada bagian akhir, tiba-tiba Annisa dan Cina pun terlihat dalam scene tersebut, sehingga terkesan film itu menceritakan ulang kisah mereka yang benar-benar terjadi.

Untuk ukuran pemain pemula dalam dunia perfilman, film ini sudah patut diacungi jempol. Di samping para pemainnya yang kurang bisa mengekspresikan keadaan yang simpel –seperti terpana karena jatuh cinta– karena kurang berpengalaman dan kurang memahami karakter dari masing-masing subjek yang diperankan, film ini bisa menangkap mimik wajah dalam sebuah gambar close up yang menuntut keseriusan dalam detil yang ekspresif. Selain itu, pilihan jenis lagu yang dipakai sangat membantu unsur keadaan yang dibangun dalam tiap scene. Film ini bisa menjadi sebuah referensi unik, apalagi dalam hal pencarian jawab yang filosofis [D.A].







Download Files:
from IDWS Download FIlm

or
part1part2part3part4 [230MB-mkv]
Jenis film yang berkaitan :

0 komentar:

Poskan Komentar

Tuliskan nama (nick name) untuk memudahkan merespon komentar yang anda tuliskan. Berkomentarlah dengan baik demi kenyamanan bersama.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.